“Sahabat Dengar”, Inovasi Teknologi untuk Disabilitas Netra Raih Juara 2 Nasional

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa melalui ajang Olimpiade PPKN 15 Universitas Riau. Melalui karya esai berjudul “Sahabat Dengar: Implementasi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab melalui Inovasi Literasi Disabilitas Netra”, Nayza Azura Putri dan Nofrianto Syahputra berhasil meraih Juara 2 Esai Nasional dengan menghadirkan inovasi teknologi inklusif bagi penyandang disabilitas netra.

Nayza Azura Putri dan Nofrianto Syahputra saat menerima penghargaan Juara 2 Esai Nasional pada Olimpiade PPKN 15 Universitas Riau.
Nayza Azura Putri dan Nofrianto Syahputra saat menerima penghargaan Juara 2 Esai Nasional pada Olimpiade PPKN 15 Universitas Riau.

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa melalui ajang Olimpiade PPKN 15 Universitas Riau. Melalui karya esai berjudul “Sahabat Dengar: Implementasi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab melalui Inovasi Literasi Disabilitas Netra”, Nayza Azura Putri dan Nofrianto Syahputra berhasil meraih Juara 2 Esai Nasional dengan menghadirkan inovasi teknologi inklusif bagi penyandang disabilitas netra.

Inovasi ini lahir dari keresahan mereka terhadap minimnya aplikasi pembelajaran yang benar-benar ramah bagi penyandang disabilitas netra. Saat ini, sebagian besar aplikasi masih mengandalkan tampilan visual dan sentuhan layar, sehingga pengguna dengan keterbatasan penglihatan masih mengalami kesulitan dalam mengakses informasi secara mandiri.

Menurut Nayza, banyak penyandang disabilitas netra yang masih sangat bergantung pada bantuan pihak ketiga, seperti untuk memotret dokumen, membaca isi jurnal, hingga merangkum buku yang tidak memiliki huruf timbul. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, mereka umumnya hanya memanfaatkan fitur voice note pada aplikasi pesan instan dan masih mengandalkan perabaan untuk menjalankan berbagai aktivitas digital. “Kami ingin disabilitas netra bisa merasakan pengalaman menggunakan teknologi secara mandiri seperti orang pada umumnya,” ungkap Nayza.

Berangkat dari permasalahan tersebut, mereka kemudian merancang Sahabat Dengar, sebuah aplikasi berbasis web app yang dirancang lebih praktis dan mudah diakses tanpa perlu melakukan instalasi tambahan. Seluruh interaksi dalam aplikasi dijalankan menggunakan fitur voice command atau perintah suara, sehingga pengguna tidak perlu lagi bergantung pada visualisasi layar maupun sentuhan.

Nayza Azura Putri saat menerima penghargaan Juara 2 Esai Nasional melalui inovasi “Sahabat Dengar”.
Nayza Azura Putri saat menerima penghargaan Juara 2 Esai Nasional melalui inovasi “Sahabat Dengar”.
Nofrianto Syahputra menunjukkan piala dan sertifikat penghargaan
Nofrianto Syahputra menunjukkan piala dan sertifikat penghargaan

Melalui sistem ini, pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas secara mandiri, termasuk proses pemindaian dokumen. Nantinya, sistem akan memberikan arahan suara secara langsung, seperti notifikasi apabila posisi kamera belum tepat atau hasil foto masih terlalu blur. Dengan begitu, penyandang disabilitas netra dapat melakukan scan dokumen tanpa harus selalu meminta bantuan orang lain.

Tidak hanya berfokus pada teknologi, inovasi ini juga dibangun berdasarkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Nilai “adil” diwujudkan dengan memberikan akses teknologi yang setara bagi penyandang disabilitas netra agar dapat menikmati perkembangan digital secara mandiri. Sementara itu, nilai “beradab” diterapkan melalui interaksi suara yang sopan, inklusif, dan menghargai pengguna tanpa unsur diskriminasi maupun hinaan. Dalam proses pengembangannya, Nayza dan tim terlebih dahulu melakukan pencarian data terkait kondisi disabilitas netra serta menganalisis kebutuhan pengguna. Mereka juga menyusun flowchart sistem agar alur penggunaan aplikasi dapat berjalan dengan nyaman dan mudah dipahami.

Saat ini, inovasi Sahabat Dengar masih berada pada tahap rancangan awal dengan progres pengembangan sekitar 50 persen. Meski demikian, mereka berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan hingga benar-benar direalisasikan dan dimanfaatkan secara luas di Indonesia. “Kami berharap aplikasi ini nantinya benar-benar bisa membantu kemandirian disabilitas netra di Indonesia,” ujar Nayza.

Prestasi yang diraih melalui karya ini membuktikan bahwa teknologi tidak hanya tentang kecanggihan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama. Melalui semangat kerja keras, kreativitas, dan nilai kemanusiaan, inovasi seperti Sahabat Dengar menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda mampu menghadirkan solusi yang berdampak positif bagi masyarakat di era digital.

Penulis Naskah = Shifa Anjani Desha

Related Posts